Overclocking System Dengan AMD Processor


Overclocking System Dengan AMD Processor

overclocking yang maksimal khususnya untuk AMD-K8 processor.
Hasil overclock yang baik adalah
+ Tercapainya performa maximal dari suatu system komputer
+ Memiliki kestabilan yang bagus
+ Tidak terjadi overheating

Langkah pertama



Yang harus kita ketahui adalah mengenali karakter dan spesifikasi dari processor, motherboard maupun memory yang kita gunakan terutama yang harus kita tahu adalah maximal temperature, Default voltage dan maximal voltage. Ini digunakan sebagai patokan bagi kita supaya di dalam overclock kita tau batasan kemampuan dari masing2 hardware yang akan kita overclock sehingga dapat dilakukan overclocking secara maximal namun tidak mengakibatkan kerusakan pada hardware yang kita overclock.


Langkah Kedua



Menyediakan beberapa software tool yang akan membantu kita dalam process overclocking. Di dalam panduan ini saya akan menggunakan CPUz ,CoreTemp dan orthos saja.
+ Cpuz sebagai informasi clock speed di system
+ Orthos sebagai Stability Tester
+ CoreTemp Sebagai pemantau suhu processor



Langkah Ketiga



Mencari maximal clock speed dari processor, mencari maximal speed processor dapat kita lakukan dengan mengubah nilai beberapa variable di bios. Adapun variable yang mempengaruhi clock speed processor adalah
+ FSB
+ Multiplier
+ Voltage



Tentang bla..bla.bla..



okay sekarang starting komputer dengan menekan&tahan tombol delete di keyboard anda sampai tampilan menu bios muncul di monitor.sebelum kita mulai mencari maximal clock matikan dulu fitur AMD quiet&cool karena bila fitur ini aktif maka clock processor akan secara otomatis diset sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang sedang dijalankan. Jadi mubazir kita overclock kalo fitur ini masih aktif , kemudian matikan semua spread spectrum. Hal ini untuk menghindari kenaikan clock pada hardware2 yang sebenarnya tidak perlu kita clock (hardisk , pcie clock) karena jika kita tidak matikan/lock maka hardisk maupun VGA bias jadi korban. Default untuk clock pcie adalah 100Mhz , jika kita tidak lock maka clocknya akan meningkat seiring dengan kenaikan FSB kenaikan clocknya dapat dihitung dengan rumus FSB x Divider = PCI or AGP Bus Speed

kemudian kita turunkan clock memory dan clock Htt-link supaya kita dapat menemukan maximal clock processor.
+ Untuk menurunkan htt-link clock kita set Htt multi ke 3x .
+ untuk menurunkan memory clock kita set dividernya ke ddr 400 dan setting dengan timming longgar 5-5-5-12-2T

untuk menghitung kecepatan clock processor digunakan rumus :
processor clock = FSB x Multiplier
okay sekarang kita mulai naikkan FSB-nya supaya cepat langsung aja naikkan saja 25% dari clock standart.
Contoh : AMD64 X2 3600+ brisbane
FSB : 200Mhz
Multiplier : 9,5

Jadi default clocknya : 200Mhz x 9,5 = 1900Mhz / 1,9Ghz
kita tingkatkan FSB nya sebesar 25% maka perhitungannya:
=FSB + (FSB x 25%)
=FSB + (( FSB x25 ) : 100)
=200 + ((200x25) : 100)
=250

okay berarti naikkan FSBnya ke 250Mhz, save settingan bios anda kemudian restart komputer….. ada dua kemungkinan yang akan anda alami.
*pertama gagal masuk OS , jika hal ini terjadi berarti batas maksimal kecepatan processor anda pada default voltage tidak mencapai 25% L lakukan A.procedure
*kedua Berhasil masuk OS , jika hal ini terjadi maka dapat dikatakan anda telah berhasil meningkatkan performa processor anda sebesar 26% J lakukan B.Procedure

A.procedure :
yang musti anda lakukan jika gagal loading OS
restart komputer kemudian kembali masuk ke menu bios, jika anda tidak bias masuk BIOS maka perlu dilakukan clear CMOS (baca buku manual motherboard anda untuk prosedur clear CMOS). Setelah berhasil masuk ke bios pastikan fitur quiet&cool serta
spectrum dalam kondisi disable. Kemudian turunkan FSB-nya 5tingkat .(kalau sebelumnya 250 jadikan 245) save kemudian restart. Lakukan B.Procedure

B.Procedure :
jika anda telah berhasil loading OS maka langkah selanjutnya adalah
+ jalanan Cpuz lihat core speed-nya apakah benar sesuai dengan perhitungan .
+ jalankan CoreTemp untuk memantau suhu processor (jika terjadi overheating upgrade Hsf atau turunkan FSBnya)
+ jalankan orthos 10minutes untuk stability test

C.Procedure :
Restart komputer Masuk ke menu BIOS kemudian naikkan FSBnya 5 tingkat.

Jika telah melakukan B.Procedure dan tidak terjadi error maka lakukan C.procedure lakukan berulang2 sampai terjadi error di orthos. Kemudian restart computer dan kembalikan ke FSB terakhir sebelum anda mengalami error di Orthos. Cek stability dng orthos selama 3jam jika terjadi error turunkan lagi sampai bisa lolos tanpa error(anda telah menemukan maximal clock processor @ default voltage) catat baik2 FSB dan multipliernya…..

Langkah keempat
mencari maximal clock memory (dengan settingan max core processor), mencari maximal speed memory dapat kita lakukan dengan mengubah nilai beberapa variable di bios. Adapun variable yang mempengaruhi clock memory speed adalah
+ FSB
+ Multiplier
+ Divider
+ timming
+ Voltage

karena kita melakukan overclock ini untuk memaksimalkan kinerja system bukan untuk benchmark salah satu hardware maka kita mencari maksimal memory clock dengan menggunakan FSB dan multiplier dari maksimal processor clock yang telah kita dapat.

Adapun rumus untuk perhitungan memory adalah
(FSBxMultiplier) : divider
= (processor clock speed) : divider

Divider table jika menggunakan multiplier 10/9,5
DDR400 / (1:1) = 10
DDR533 / (4:3) = 7
DDR667 / (4:10) = 6
DDR800 / (2:1) = 5

Contoh :
Dari hasil uji coba maximal clock speed processor didapat
FSB: 316Mhz
Multiplier : 9,5

Maka processor clock speednya : 316 x 9,5 = 3002Mhz
+ Jika kita set dividernya DDR400 / (1:1)
Maka memory clock speednya : 3002 : 10= 300Mhz
+ jika kita set dividernya DDR533 / (4:3)
Maka memory clock speednya : 3002 : 7= 428Mhz
+ Jika kita set dividernya DDR667 / (4:10)
Maka memory clock speednya : 3002 : 6 = 500Mhz
+ Jika kita set dividernya DDR667 / (4:10)
Maka memory clock speednya : 3002 : 5 = 600Mhz

Okay sekarang anda sudah mengetahui FSB,multiplier,voltage(default),tinggal sekarang kita tentukan timming memory . set dahulu di timing berapa memory akan bekerja
(selalu gunakan command rate 2T)
setelah kita tentukan timmingnya berarti kita tinggal bereksperimen menaikkan divider memorynya..
langkah2nya sama seperti pada saat kita mencari maksimal processor speed.cuman kalau pada saat kita mencari processor speed yang dirubah dinaikkan-diturunkan adalah FSB. Untuk mencari maksimal memory speed ini yang dirubah adalah divider dan timmingnya saja. Lakukan kenaikan divider step by step test dengan orthos untuk menguji kestabilannya hingga didapatkan divider dan timming yang paling maksimal.

Langkah kelima
menentukan kecepatan transfer motherboard atau yang biasa disebut Htlink di Cpuz
variable di bios yang mempengaruhi maximal speed dari mobo ini adalah
+ FSB
+ HTT multi
+ chipset voltage
untuk perhitungan kecepatan transfer mobo ini didapat dengan rumus
FSBxHtt multi
Untuk menset kecepatan transfer ini usahakan jangan terlalu tinggi dari 1000Mhz
Jika kita sudah mengetahui FSB dan Httspeed yang ingin kita capai berarti kita tinggal menentukan httmultinya.
Contoh: FSB: 316Mhz
Httspeed +- 1000Mhz
Jadi htt multi yang paling dapat dipilih adalah 3x
Jika kita memilih 3x berarti httspeed: 316x3=948Mhz

Kemudian langkah terakhir adalah test dengan orthos selama 12jam dan harus tanpa error. Jika masih terjadi error turunkan FSBnya sedikit kemudian test lagi sampai benar2 tidah terjadi error selama 12jam.(overclocking system @default voltage success)

Catatan:
+ lakukan secara telaten,
+ jangan tergesa-gesa.
+ Selalu pantau suhunya jangan sampai terjadi overheating(melebihi batas maximal temperature)
+ jika anda sudah berhasil overclock dengan default voltage anda dapat improve sendiri dengan menaikkan tegangan yang tentunya akan membuat pencapaian maximal clock meningkat.

WARNING!!!
Lakukan dengan hati2 dan pikirkan dengan baik akibat2nya,
Panduan ini saya buat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya, dan saya tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang ditimbulkan.

DO AT YOUR OWN RISK!!!!



SOURCE
 

©Copyright 2011 download on damnconcept | TNB